User Research vs. Market Research   Recently updated !


Rangkuman: Para peserta Pelatihan UX Indonesia berpartisipasi dengan aktif untuk belajar dan mempraktekkan teori dan aplikasi Penelitian Pasar dan Penelitian Pengguna bersama para pakar UX Indonesia.

by Atana Sarah Dinda Nadhirah

Suasana Pelatihan User Research vs. Market Research

Setiap perusahaan, organisasi, lembaga, maupun individu pada umumnya sadar akan pentingnya melakukan Penelitian Pasar (Market Research).

Penelitian Pasar dapat membantu untuk mengetahui siapa saja pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ditawarkan, menentukan lingkup geografis area pemasaran, skala harga yang dapat diterapkan, hingga strategi dan taktik pemasaran yang bisa diaplikasikan.

Di sisi lain, pemahaman bahwa Penelitian Pengguna (User Research) yang juga tidak kalah penting masih sering luput. Padahal, hasil yang diperoleh dari Penelitian Pengguna dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan terhadap pengembangan produk dan jasa.

Melalui sebuah seri Pelatihan UX Indonesia 2016 yang diadakan pada 19 Februari 2016 mengenai User Research vs. Market Research, para peserta yang terdiri dari profesional, pelaku bisnis, akademisi, dan praktisi UX mendapatkan wawasan baru dan pemahaman mendalam mengapa Penelitian Pengguna itu penting untuk dilakukan demi terpenuhinya kebutuhan pengguna. Para peserta mempelajari puluhan metode, alat, atau perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian pengguna, di antaranya adalah Contextual Inquiry, Intercept Survey, Eye Tracking, Participant Observation, dan Video Diary.

Pelatihan UX ini berlangsung dua arah. Selain pembicara yang berbagi pengalaman dan menyuguhkan materi-materi lewat presentasinya, para peserta juga dilibatkan secara aktif melalui berbagai macam permainan dan studi kasus. Salah satu kegiatan aktif tersebut adalah para peserta yang bekerja dalam kelompok diminta untuk memutuskan metode atau perangkat penelitian pengguna yang kiranya paling tepat untuk dipraktekkan pada kasus tertentu.

Contoh hasil diskusi kelompok untuk menentukan metode dan perangkat Penelitian Pengguna

Berdasarkan pengetahuan yang telah diberikan di sesi awal pelatihan, setiap kelompok yang pada saat itu berperan sebagai Peneliti UX, diberikan data yang pada kasus ini diperoleh melalui sebuah hasil Penelitian Pasar.

Kemudian tim Peneliti Pengguna harus menemukan terlebih dahulu sebuah masalah untuk diselesaikan, mendaftar pertanyaan-pertanyaan krusial yang perlu diajukan ke pengguna untuk mendapatkan data-data dan informasi guna menyelesaikan masalah.

Pada akhirnya, Peneliti Pengguna menentukan metode dan perangkat Penelitian Pengguna yang tepat. Faktor waktu, biaya, kemampuan, sumber daya manusia, jenis masalah yang dihadapi, Persona pengguna, dan kondisi di lapangan merupakan beberapa faktor yang patut dipertimbangkan dalam memilih metode dan perangkat penelitian pengguna.

Pengetahuan dan sudut pandang baru serta pengalaman yang didapat melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan oleh para peserta untuk kepentingan kerjanya, kepentingan perusahaan, kepentingan bisnis, maupun kepentingan individu. Pelatihan selanjutnya pada tanggal 11 Maret 2016 akan membahas secara spesifik mengenai Pemetaan Pengalaman Pelanggan (Customer Journey Mapping). Pemetaan Pengalaman Pelanggan merupakan sebuah pendekatan dari Pengalaman Pengguna (UX), dimana kita dapat menggunakan perangkat Peta Pengalaman (Experience Map) untuk mengidentifikasi, menjelaskan dan mengkomunikasikan kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan secara visual sehubungan dengan pemakaian berbagai produk dan layanan dalam Omni-Channel (Tedjasaputra 2016).

Peserta akan dibimbing secara aktif oleh narasumber berpengalaman yang berupa pakar UX untuk mengkoneksikan berbagai titik dan tahapan interaksi untuk merancang peta pengalaman pelanggan.

About Atana Sarah Dinda NadhirahAtana Sarah Dinda Nadhirah.
After graduated from Bogor Agricultural University (majoring Computer Science), Atana Sarah Dinda Nadhirah, S.Komp started focusing her study area in User Experience (UX) field. She had an experience working as a UX Designer in an e-commerce company.

Currently, she is working as a freelancer for UX Indonesia. She also had some experiences working as a graphic designer. Beside that, she was happily developing her custom notebook business with her friends named GoodNote Indonesia. Atana has interest in design, painting, books, kids, and ice creams.

Share it with others

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinFacebooktwittergoogle_pluslinkedin