Mobile First


Summary: The discussion of Responsive Web Design and Adaptive Web Design is still relevant for the next several years. However, mobile-first thinking is what binds them together, especially in Indonesia.

by Adi Tedjasaputra

Mobile First.

Mobile First

Banyak sekali yang bisa saya pelajari mengenai kebutuhan terkini di bidang digital ketika bertemu dan berdiskusi dengan rekan-rekan di berbagai industri di Indonesia yang sedang merancang dan mengembangkan berbagai aplikasi mobile dan situs mobile untuk perusahaannya masing-masing.

Saya jadi teringat pada waktu saya masih menjadi mahasiswa S2 di Technical University of Denmark (DTU) sekitar 15 tahun yang lalu, saya pernah membuat proposal “Intelligent Webpage” dimana sebuah halaman situs bisa menyesuaikan konten dan perilakunya sesuai dengan preferensi pengguna menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence-AI) dan pembelajaran mesin (machine learning).

Sayangnya pada waktu itu tidak ada pembimbing yang mampu memberikan bimbingan untuk topik yang saya ajukan, sehingga saya menyelesaikan skripsi S2 saya dengan topik lain yang berhubungan dengan Human-Computer Interaction (HCI) dan Kebergunaan (Usability) untuk sebuah produk digital dari sebuah perusahaan ternama di Amerika Serikat.

Responsive Web Design dan Adaptive Web Design

Fast-forward ke tahun 2010, Ethan Marcotte memperkenalkan konsep “Responsive Web Design” (RWD) dimana layout sebuah situs dapat disesuaikan dengan perangkat pengakses situs secara otomatis. Setahun kemudian, Aaron Gustafson memperkenalkan konsep “Adaptive Web Design” (AWD) dimana layout sebuah situs dapat disesuaikan dengan beberapa pilihan perancangan yang sudah disiapkan ketika sebuah situs diakses.

Dibandingkan RWD, AWD dapat memberikan tingkat pengendalian yang lebih tinggi dalam merancang pengalaman pengguna (user experience) yang optimal. Di lain pihak, dari segi perancangan, pengembangan dan pemeliharaan (maintenance), AWD membutuhkan sumber daya yang lebih tinggi dibandingkan RWD.

Walaupun dalam beberapa tahun ke depan, RWD dan AWD masih akanmenjadi bahan diskusi di industri digital, proses pemilihannya akan menjadi lebih mudah dikarenakan tingkat kesadaran akan pengalaman pengguna yang semakin tinggi, dan juga batasan penyesuaian dengan tujuan, kebutuhan dan sumber daya dari masing-masing organisasi.

Mobile-first thinking

Di lain pihak, yang semakin sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengadaptasi konten yang jumlahnya bertumbuh secara pesat di situs-situs yang sudah ada, untuk dapat ditampilkan di situs atau aplikasi mobile.

Dari segi pengalaman pengguna (user experience), strategi konten yang baik dimulai dengan kebutuhan dan permasalahan pengguna. Detilnya sudah dibahas di Pelatihan UX Indonesia “Content Strategy for Digital Products and Services” di bulan Juli. Untuk pelatihan selanjutnya “Mobile UX Design“, salah satu prinsip yang akan dibahas adalah “Mobile First” yang mendasari konsep RWD dan AWD, dan menjawab pertanyaan mengenai strategi adaptasi konten dari situs ke mobile.

Bagi yang sudah terdaftar, sampai bertemu hari Jumat ini!
Bagi yang ketinggalan, masih bisa ikut di Pelatihan UX Indonesia selanjutnya, “Usability Testing for Mobile App and Web” di bulan September.

About Adi TedjasaputraAdi Tedjasaputra.

As the Co-Founder and Principal Consultant of UX Indonesia, Josh (Adi Tedjasaputra, MSc) has more than 15 years of experience helping companies, educational and non-profit organisations in Europe and Asia Pacific to achieve their business goals and make the best investment in ICT. He is the Co-founder of the first UX business in Indonesia.

With his engineering and computer science background, he has introduced forward-thinking and innovative projects that improve the bottom line of businesses in different vertical industries through Human-centred design, computing and engineering. His current interests include the Internet of Things, Human-centred Computing, Computational Thinking, e-Learning, Moodle, WordPress and Agile UX.

Share it with others

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinFacebooktwittergoogle_pluslinkedin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*