Hooked: Apa itu Habit Forming Product?


 

Image result

Tulisan ini akan mengulas bagian perkenalan dalam buku berjudul “Hooked”.


70%
pengguna smartphone di Amerika mengecek smartphone sekitar 15 menit sesaat setelah bangun pagi.

Sebuah studi (2011) menyatakan bahwa pengguna smartphone mengecek smartphone-nya sebanyak 34 kali dalam sehari.

Apa yang mereka lakukan?
– cek notifikasi
scroll media sosial
– menonton video (seperti YouTube)

Akui saja: We’re Hooked!

Habit atau kebiasaan merupakan perilaku yang kita lakukan dengan otomatis atau tanpa disadari secara berkala.

Our actions have been engineered.

Produk atau servis yang kita gunakan terus-menerus mengubah perilaku dan kebiasaan kita, sebagaimana yang (memang) diinginkan si penciptanya.

Hal ini dinamakan Habit Forming,
sesuatu yang diharapkan perusahaan agar produk/jasa mereka bisa terus bertahan dengan membuat pengguna merasa click & tick!

Dibandingkan mengeluarkan banyak biaya atau promosi besar-besaran untuk mempengaruhi pasar agar menggunakan produk kita, tentunya lebih bagus bagi sebuah perusahaan ketika produknya dapat membentuk sebuah perilaku, atau bahkan sampai menjadi kebiasaan yang membuat pengguna memiliki ketergantungan tinggi terhadap produk tersebut.

Ketika kita bosan, hal yang langsung terlintas adalah smartphone dan secara otomatis tangan kita membuka aplikasi-aplikasi sosial media, scrolling timeline.

Ketika kita ingin mengetahui suatu informasi atau mencari jawaban atas suatu pertanyaan, yang langsung ada di benak kita adalah Google. Googling aja. Lihat, bahkan google ditransformasikan menjadi sebuah kata kerja! Kenapa bukan Yahooing atau Binging (?)

First-to-mind Solution
Produk yang berhasil membentuk kebiasaan pengguna adalah mereka yang pada setiap pegambilan keputusan, selalu menjadi nomor satu, menjadi yang pertama terlintas di pikiran atau bahkan tanpa berpikir langsung menggunakan produk tersebut.

Pembentukan kebiasaan amat penting untuk keselamatan banyak produk. Coba pikirkan, begitu banyak produk atau servis di dunia ini. Contohnya saja, ada jutaan aplikasi di Google Playstore. Mana yang kamu pilih untuk di-install? Kalau berdasarkan pengalaman dan melihat budaya di Indonesia, ketika kita memiliki hp baru dan ingin mengisinya dengan aplikasi, ada beberapa aplikasi yang secara default terpasang atau secara default kita pilih sebagai prioritas, misalnya e-mail, aplikasi chatting, media sosial, dan mungkin sekarang ditambah aplikasi kendaraan online.

Kenapa? Karena kita membutuhkannya (mungkin) setiap hari lalu akhirnya tanpa sadar, membuka dan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Jadi, ciptakanlah sebuah produk yang dapat membentuk habit jika ingin produk tersebut terus bertahan. Usahakan agar habit di sini bukan ketagihan dalam suatu hal yang kurang baik, tapi suatu kebiasaan positif yang dapat membantu para pengguna menyelesaikan pekerjaannya.

Share it with others

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinFacebooktwittergoogle_pluslinkedin